HUBUNGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DENGANRNMOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DENGANRNMOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012


Pengarang

Muhammad Abrar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101020089

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu pengaruh yang paling kuat terhadap kinerja individu adalah sistem penghargaaan dalam organisasi, termasuk penghargaan ekstrinsik seperti pemberian pujian, honor/bonus, dan promosi jabatan, dan penghargaan intrinsik yang meliputi penyelesaian, prestasi, otonomi, pertumbuhan pribadi, kepuasan diri dan terpenuhinya kebutuhan. Motivasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi prestasi kerja, baik motivasi eksternal berupa gaji, insentif, fasilitas, dan Jain-lain yang pads dasarnya harus dipenuhi oleh pihak rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pembecian penghargaan terhadap motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jenis deskriptif korelatif Populasi dalam penelitian ini adalah 64 responden dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dalam bentuk kuesioner yang terdiri dari 28 item pernyataan dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian diperoleh dari 35 responden yang menilai penghargaan dengan kategori puss, memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 26 orang (74,.3%) dan memiliki motivasi kerja rendah berjumlah 9 orang (25,7%). Sedangkan dari 29 responden yang menilai penghargaan kategori kurang puas, memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 10 orang (34,5%) dan sebanyak 19 orang (65,5%) memiliki motivasi kerja rendah. Didapatkan p-value sebesar 0.003 < dari nilai a 0,05. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat pelaksana. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada perawat pelaksana dengan disertai dukungan dari pihak rumah sakit setempat agar dapat mempertahankan sistem pemberian penghargaan yang efektif dalam upaya peningkatan motivasi kerja.


Kata kunci : Penghargaan dan motivasi kerja

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK