KARAKTERISTIK BREEDING SITE KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DI KAWASAN MANGROVE GAMPONG PUCOK LUENG KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK BREEDING SITE KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DI KAWASAN MANGROVE GAMPONG PUCOK LUENG KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

MUHAMMAD AGIL FAHRULROZI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Asiah - 196704031991022001 - Dosen Pembimbing I
M. Ali S - 195903251986031003 - Dosen Pembimbing II
Djufri - 196311111989031001 - Penguji
Devi Syafrianti - 198212072006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906103010001

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Biologi., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

595.386

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kepiting Bakau memiliki kebiasaan bersembunyi, membenamkan diri di dalam lumpur, yang menjadikan lumpur sebagai tempat berkembang biak (breeding site), dan menyediakan makanan selama hidupnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik breeding site kepiting bakau (Scylla serrata), faktor biotik dan faktor abiotik di kawasan mangrove Gampong Pucok Lueng Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan metode survei, dan penentuan titik dilakukan dengan teknik purposive sampling. Parameter penelitian adalah faktor abiotik dan faktor biotik pendukung breeding site kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarang kepiting bakau berada di pinggiran sungai, diameter berkisar 8,23-10 cm, kedalaman berkisar 90-100 cm, jarak sarang dengan permukaan air berkisar 2,56-4 cm, dan jarak sarang dengan permukaan air saat pasang berkisar 9,43-15 cm. Faktor abiotik berupa pH air berkisar 7-8,2, salinitas berkisar 9,5-20 ppt, kedalaman air berkisar 1,1-1,65 m, kecerahan air berkisar 7,15-9,1 cm, kecepatan arus berkisar 0,1-0,2 meter per second dan suhu air berkisar 28-35 derjat Celcius. Faktor biotik yang ditemukan adalah flora (Rhizopora apiculata, Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Cocos nucifera) dan fauna (Faunus ater, Geloina erosa, Uca sp dan Pilsbryoconcha exilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kawasan mangrove Gampong Pucok Lueng Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat mempunyai karakteristik, faktor abiotik, dan biotik yang cocok untuk breeding site Scylla serrata, karena kondisi lingkungan sesuai bagi kehidupannya.
Kata kunci: Breeding site, Kepiting bakau, Mangrove.

Mangrove crabs have a habit of hiding, immersing themselves in the mud, which makes mud a breeding site, and provides food during their life. The purpose of the study was to determine the characteristics of mangrove crab (Scylla serrata) breeding sites, biotic factors and abiotic factors in the mangrove area of Gampong Pucok Lueng, Samatiga District, West Aceh Regency. The study used a qualitative approach with the type of research using the survey method, and the determination of the point was done by purposive sampling technique. The research parameters were abiotic factors and biotic factors supporting mangrove crab breeding sites. The results showed that the condition of mangrove crab nests was at the edge of the river, the diameter ranged from 8.23-10 cm, the depth ranged from 90-100 cm, the distance between the nest and the water surface ranged from 2.56-4 cm, and the distance between the nest and the water surface at high tide ranged from 9.43-15 cm. Abiotic factors include water pH ranging from 7-8.2, salinity ranging from 9.5-20 ppt, water depth ranging from 1.1-1.65 m, water brightness ranging from 7.15-9.1 cm, current speed ranging from 0.1- 0.2 meters per second and water temperature ranging from 28-35 Celcius. Biotic factors found were flora (Rhizopora apiculata, Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, and Cocos nucifera) and fauna (Faunus ater, Geloina erosa, Uca sp and Pilsbryoconcha exilis). The conclusion of this research is that the mangrove area of Gampong Pucok Lueng, Samatiga Subdistrict, West Aceh Regency, has a high biodiversity value. Keywords: Breeding site, Mangrove crab, Mangrove.

Citation



    SERVICES DESK