PENGARUH EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI HORMON TESTOSTERON DAN GAMBARAN HISTOLOGI TESTIS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI HORMON TESTOSTERON DAN GAMBARAN HISTOLOGI TESTIS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK


Pengarang

BAIDILLAH ZULKIFLI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1702201010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Masyarakat Veterenir (S2) / PDDIKTI : 54162

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Khasiat kulit pisang kepok sebagai kandidat antioksidan sangat gencar diteliti. Berdasarkan penelitian terdahulu membuktikan bahwa pemberian ekstrak kulit pisang dapat menurunkan konsentrasi low-density lipoproteins (LDL) pada tikus wistar. Peningkatan kadar LDL di dalam tubuh akan menyebabkan penurunan konsentrasi hormon testosteron dan hambatan fungsi fisiologis sel-sel testis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit pisang kepok terhadap peningkatan konsentrasi testosteron dan jumlah sel spermatogonium, round spermatid, elongated spermatid, dan sel Leydig serta jarak dan diameter tubulus seminiferus pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberikan pakan tinggi lemak.
Dalam penelitian ini digunakan hewan coba tikus putih jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 20 ekor berumur 2,5-3 bulan dengan bobot badan berkisar antara 120-160 gram. Jumlah perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok dengan ulangan sebanyak 4 ekor. Perlakuan diberikan selama 60 hari yang meliputi kelompok K1: kontrol normal diberikan pakan standar dan carboxyl methyl cellulose (CMC), K2: diberi pakan tinggi lemak dan CMC, K3: diberi pakan tinggi lemak dan simvastatin, K4: diberi pakan tinggi lemak dan ekstrak kulit pisang sebanyak 100 mg/kg BB, dan K5: diberi pakan tinggi lemak dan ekstrak kulit pisang sebanyak 200 mg/kg BB. Sampel yang dikoleksi adalah serum darah dan organ testis tikus putih. Konsentrasi testosteron pada serum darah diuji dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), sedangkan pembuatan preparat histologi testis dilakukan untuk menghitung jumlah sel spermatogonium, round spermatid, elongated spermatid, dan sel Leydig serta jarak dan diameter tubulus seminiferous.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi testosteron yang nyata pada kelompok K1 dibandingkan K2 dan K5 (P0.05), sedangkan hasil pengukuran jarak antar tubulus seminiferus menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada kelompok K2 dibandingkan dengan kelompok lainnya (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK