Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI AKTIVITAS BIOHERBISIDA EKSTRAK ETIL ASETAT TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)
Pengarang
JULIA WARNI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Gina Erida - 196306261989032002 - Dosen Pembimbing I
Ainun Marliah - 196712311993032006 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1705101050002
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Teki memiliki potensi sebagai bioherbisida karena dapat menghambat perkecambahan dan perkembangan tanaman. Pelarut merupakan unsur penting dalam siklus ekstraksi suatu senyawa, pelarut akan mengeluarkan senyawa sesuai fungsinya. Penelitian ini menggunakan etil asetat sebagai pelarut dengan alasan bahwa etil asetat bersifat semi polar sehingga dapat menarik campuran polar dan non polar, memiliki tingkat bahaya yang rendah dan mudah menguap sehingga cenderung digunakan untuk ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas bioherbisida ekstrak etil asetat teki pada berbagai konsentrasi terhadap perkembangan gulma bayam duri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi dan Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dimulai dari bulan Juni sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 perlakuan yaitu 2,4-D 0,686 kg b.a.ha-1 (kontrol positif); aquades (kontrol negatif); ekstrak etil asetat teki 5%; 10%; 15%; 20%, dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 2 pot sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak etil asetet teki pada konsentrasi 20% mampu menurunkan diameter batang dan tinggi gulma bayam duri umur 7 HSA. Berdasarkan hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat teki mengandung senyawa fenolik, tanin, flavonoid, terpenoid, streroid dan alkaloid.
The nut grass has potential as a bioherbicide because it can inhibit plant germination and development. The solvent is an important element in the extraction cycle of a compound, the solvent will remove the compound according to its function. This study used ethyl acetate as a solvent on the grounds that ethyl acetate is semi polar so it can attract polar and non polar mixtures, has a low level of danger and is volatile so it tends to be used for extraction. The purpose of this study was to determine how the bioherbicide activity of ethyl acetate extract of nut grass at various concentrations on the development of spiny amaranth thorn weed. The research was carried out at the Weed Science Laboratory, Agrotechnology Department and the Screen House for Experimental Gardens, Faculty of Agriculture, Chemistry Education Laboratory, Teacher Training and Educational Sciences, Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The research time is from June to September 2021. This study used a completely randomized design with a non-factorial pattern with 6 treatments, namely 2.4-D 0,686 kg a.i.ha-1 (positive control); aquades (negative control); 5% ethyl acetate extract of nut grass; 10%; 15%; 20%, with 3 replications, so there are 18 experimental units. Each experimental unit consisted of 2 pots so that there were 36 experimental units. The results showed that the application of ethyl acetate extract of nut grass at a concentration of 20% was able to reduce stem diameter and height of spinach thorn weed at 7 DAP. Based on the results of phytochemical tests, the ethyl acetate extract of nutmeg contains phenolic compounds, tannins, flavonoids, terpenoids, steroids and alkaloids.
PENGARUH INTERVAL APLIKASI EKSTRAK ETIL ASETAT BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DAN HERBISIDA CLOMAZONE TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) (AFIFAH SALSABIL WARDAH NINGRUM, 2024)
AKTIVITAS BIOHERBISIDA EKSTRAK BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DENGAN PELARUT ETIL ASETAT TERHADAP GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS) (Taufik Hidayat, 2017)
POTENSI ALELOPATI TUMBUHAN SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.). (Gina Erida, 2020)
AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.)RNSUBFRAKSI B PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAPRNPERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (Wahyu Ananda, 2022)
AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) SUBFRAKSI B PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (RISKA FEBRIANA, 2022)